Sirkuit Balapan AI Semakin Tajam!
Apakah Manus AI Segera Gantikan ManusIA?
Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M.Eng, CISA, ATD* adalah Dosen STEI ITB & Founder Lembaga Riset Telematika Sharing Vision Indonesia.
BELUM juga tahun 2025 berjalan tiga bulan, sirkuit balapanAkal Imitasi(AI/Artificial Intelligence) kian tajam dan saling menghujam. Melihat pergerakannya yang agresif, apa iya peran manusia dalam dunia kerja segera digantikan robot AI semua?
Langkah terbaru perusahaan AI yang menyita perhatian adalah Manus AI pada 6 Maret 2025, oleh perusahaan startup, Monica.im dari China. Manus merupakan AI agent yang dapat berencana, berpikir, dan menjalankan berbagai tugas secara independen.
ChatGPT dan Gemini mengandalkan petunjuk manusia untuk memandu mereka, tetapi Manus tidak menunggu instruksi. Manus dirancang memulai tugas-tugasnya sendiri, menilai informasi baru, dan secara dinamis menyesuaikan pendekatannya!
Tidak seperti chatbot biasa, Manus dirancang melaksanakan tugas otonom di berbagai industri, dengan salah satu fitur utamanyaasynchronous cloud-based functionality, memungkinkan permintaan pengguna tetap berjalan dicloudwalaupun pengguna offline.
Diklaim mengungguli DeepResearch OpenAI dalam GAIA benchmark (metrik pihak ketiga yang digunakan untuk mengevaluasi asisten AI secara umum), Manus menggunakanthree-agent systemuntuk menyelesaikan tugas.
Yakni planning agent (membagi tugas kompleks menjadi langkah-langkah lebih kecil),execution agent(menulis kode, mengakses API, dan melakukan tindakan), sertaverification agent(memeriksa dan menyempurnakan hasil sebelum diserahkan). Kita jelaskan dengan contoh. Seorang pengguna meminta Manus menganalisis kinerja saham Alibaba selama tiga tahun terakhir.
Maka, yang dilakukan Manus adalah mengambil data dariYahoo Finance, menulis skrip Python untuk analisis korelasi, membuat laporan web interaktif, membandingkan Alibaba dengan JD.com dan Pinduoduo, serta menerapkan laporan sebagai situs web yang dapat dibagikan. Luar biasa! Namun, bersamaan dengan ketenaran Manus AI, muncul keraguan tentang teknologinya. Muncul skeptisme tentang kemampuan teknologinya, antara lain, kurangnya transparansi terkait teknologi-teknologi pendukung.
Mekanisme invite-only web preview yang diterapkan justru menuai keraguan masyarakat, karena hanya segelintir orang yang dapat mengakses atau mengetahui bagaimana kemampuan AI ini.
Selain itu, sehari setelah peluncuran, diberitakan akun resmi Manus di platform X terkena penangguhan karena melanggar aturan. Ada potensi keterkaitan Manus dengan penipuan mata uang kripto oleh pihak ketiga yang mencoba memanfaatkan trafiknya.
Beberapa vendor bahkan menjual Manus invitation code atau menyewakan akun di Xianyu (second-hand online marketplace), sehingga memicu kritik bahwa tim di belakang Manus sengaja menerapkan taktik pemasaran yang langka. Perusahaan pembuat Manus merespons bahwa kapasitas server masih terbatas pada tahap awal ini, sementara penangguhan akun resmi hanya berlangsung satu hari.
Satu hal lagi yang menimbulkan pertanyaan besar, karena Manus AI seolah benar-benar independen dan tidak tergantung manusia dalam merencanakan, melakukan dan verifikasi tugas yang diberikan kepadanya, berapa banyak manusia yang akan tergeser dengan kemunculan berbagai AI dahsyat dengan kapabilitas seperti Manus AI atau bahkan lebih?
Apakah kemunculan Manus AI menjadi lonceng alarm yang menunjukkan suatuthreshold(batas ambang) baru telah mulai dilewati? Yaitu ambang batas di mana Akal Imitasi serupa Manus AI akan meng-cross overdan men-deletemanusia dalam berbagai bidang pekerjaan. Mengikuti peristilahan Hariri, apakah homo sapiens segera akan digantikan oleh nexus sapiens?
Grok Elon Musk hingga Sirkuit Narrow AI Larry Page
Selain Manus, sirkuit balapan AI ini terjadi ketika dedengkot teknologi dunia, Elon Musk, juga meluncurkan Grok 3 (model AI chatbot terbaru dari xAI yang diklaim mengungguli ChatGPT dan model AI terkemuka lainnya).
Melalui perusahaannya, xAI, Grok 3 digambarkan Elon Musk sebagai perangkat yangscary smartserta mengungguli Gemini (Google), GPT-4o (OpenAI), Claude 3.5 (Antrophic), dan V3 (DeepSeek) pada bahasan matematika, sains, dan coding.
Grok 3 ini tersedia untuk pelanggan Premium+ X dengan harga 22 dollar AS per bulan, jauh lebih murah dari biaya bulanan GPT-4o Pro dari OpenAI yang mencapai 200 dollar AS per bulan. Grok 3 diakselerasi oleh supercomputer Colossus, dibangun hanya dalam waktu 8 bulan. Dengan disokong oleh 100.000 Nvidia H100 GPUs, dengan 200 juta GPU-hours untuk pelatihan.
Dengan teknikself-correction mechanisms, ini membuat Grok mengidentifikasi dan mengoreksi kesalahannya sendiri. Selain itu, adareinforcement learning,yakni model AI yang belajar dengan menerimarewardatau hukuman sesuai tindakannya. Ada pulasynthetic datasets, yakni kumpulan data yang dibuat artifisial (bukan bersumber dunia nyata) guna melatih model AI dengan mensimulasi berbagai skenario.
Musk juga berencana membuat code untuk Grok 2 tersedia secaraopen sourcesetelah Grok 3 mencapai kematangan dan kestabilan layanan yang dia targetkan terjadi dalam beberapa bulan mendatang.
Kembali ke daratan China, perusahaan teknologi ternama, Alibaba, memperkuat posisinya dalam persaingan global di bidang AI dengan meluncurkan Qwen 2.5-Max. Model ini diklaim mampu mengungguli model-model AI pesaing, baik dari luar maupun dalam negeri.
Dirilis secara resmi 29 Januari 2025, Qwen Dibangun dengan arsitektur MoE (Mixture of Experts) dengan 64specialized networks yang mendukung 29 bahasa. Keunggulan lainnya adalah memiliki data untuk melatihnya sebesar 20 triliun token data termasuk kumpulan makalah akademis,code repositoryyang lengkap, konten web multibahasa yang menjangkau seluruh dunia, serta dapat menganalisis video hingga 20 menit.
Jangan lupakan juga Larry Page, Co-founder Google. Dia pun mendirikan Dynatomics, AI yang merevolusi produk manufaktur. Startup miliknya ini bertujuan menciptakan desain produk yang dioptimalkan otomatis oleh AI dan dapat langsung diproduksi di pabrik.
Tidak seperti OpenAI atau Google DeepMind yang berfokus LLM, Dynatomics lebih menargetkan otomatisasi industri dengan AI yang mampu merancang, mengoptimalkan, dan mengawasi produksi secara mandiri.
Dynatomics masih beroperasi dalam mode stealth dengan sedikit informasi resmi yang tersedia. Chris Anderson, mantan CTO dari Kittyhawk (startup pesawat listrik yang sebelumnya didukung Page), memimpin proyek ini bersama tim kecil insinyur AI. Dan, ini semua, belum selesai. Kendaraan “mobil sports” dalam sirkuit balapan AI ini demikian intens, seru, dan saling susul. Masih ada lagi selain mereka?
Bagi penulis, gerakan Larry Page ini sungguh istimewa. Pada saat semua pembalap, yakni inventor dan investor, sedang berpacu di sirkuit formula 1 LLM, Larry Page berpacu dengan membangun sirkuit sendiri. Memang, sejak lama, yakni sejak kelahiran istilahArtificial Intelligencepada tahun 1956, tidak semua orang yakin akan posibilitasArtificial General Intelligence.
Sebagian saintis, inventor dan investor lebih yakin ke AI yang dirancang dan dikembangkan secara apik, dan mengikutiengineering practiceyang sungguh memperhatikan aspek etika, safety, kualitas, reliabilitas, walaupun AI tersebut dirancang untuk suatu bidang tertentu yang sempit (narrow AI). Hal ini adalah seperti kata-kata teman dekat penulis yang visioner, Budi Raharjo, “Masa depan AI adalah narrow AI”.
Maka, di manakah balapan akan menjadi semakin panas? Di sirkuit Artificial General Inteligence dan Agentic AI kah? Atau di sirkuit Narrow AI dan automation?
SIRKUIT tetap panas dan menderu karena Yuanbao (large model AI app dari Tencent, China) berhasil menggeser posisi DeepSeek di posisi pertama aplikasi paling banyak diunduh di iOS App Store China pada awal Maret 2025 ini.
Diluncurkan sejak dari tahun lalu, Tencent memindahkan Yuanbao dari Divisi Technology Engineering Group (TEG) ke Divisi Cloud and Smart Industries Group (CSIG) untuk mengakselerasi alokasi sumber daya dan mengintegrasikan fungsi AI di seluruh rangkaian produk Tencent. Yuanbao juga jadi pilihan banyak orang karena mereka mmenambahkan opsi Yuanbao di WeChat (WeChat memiliki sekitar 1,3 miliar pengguna).
Kemudian, menyertakan perintah yang mendorong pengguna untuk mengunduh Yuanbao di halaman pencarian WeChat. Mereka juga sering memunculkan iklan Yuanbao di WeChat Moments, dengan tagline "Tencent Yuanbao with DeepSeek: Deeper Inference."
Imbasnya adalah jumlah pengguna aktif harian Yuanbao melonjak menjadi 3 juta pada akhir Februari dari hanya ratusan ribu di awal bulan tersebut! Tencent sebetulnya telah meluncurkan model AI terbarunya, Hunyuan Turbo S, yang diklaim mengungguli DeepSeek.
Dengan menggabungkan 'fast thinking' dan 'slow thinking' (proses kognitif manusia), terjadi optimalisasi dan efisiensi respons dan kedalaman penalaran.
Fast Thinkingseperti intuisi manusia, yakni respons instan/langsung tanpa analisis mendalam. Turbo S menggandakan kecepatan kata dan mengurangifirst-word latencysebesar 44 persen, ini sangat efisien untuk percakapan umum dan interaksi cepat.
Adapunslow thinkingseperti penalaran analitis yang dilatih dengan tekniklong-thinking chain synthesisuntuk mengatasi masalah, tetapi dengan tetap mempertahankan kecepatannya.
Hal ini sungguh menakjubkan, hanya beberapa minggu sebelumnya, tepatnya awal Februari, peluncuran Deepseek R1 telah menggoncang jagat AI.
Saham-saham perusahaan teknologi papan atas global berjatuhan, nilai crypto pun anjlok. Dan Liang Wenfeng, pendiri Deepseek yang masih berusia 39 tahun asal desa, dielu-elukan menjadi pahlawan di China.
Tidak hanya itu, Liang Wenfeng kini menjadi salah satu orang yang paling menentukan arah teknologi AI di China.
Namun, dalam waktu yang sangat singkat, apakah benar-benar Tencent berhasil menyalip keberhasilan dan performa Deepseek R1?
TikTok, dengan induknya ByteDance, juga bukan sekadar medsos. Mereka terkenal justru karena kemampuandeepfake-nya yang mampu mengubah foto menjadifull-body video.
Tiktok melalui OmniHuman-1 mampu menghasilkan video manusia yang hidup dari foto atau gambar. Kemampuannya melampaui metodedeepfakesaat ini yang hanya fokus wajah, sementara OmniHuman-1 menganimasikan seluruh tubuh.
Perusahaan peramban terbesar di China, Baidu, juga berencana merilis model AI terbarunya, Ernie 4.5, di Maret ini serta menyediakannya secaraopen-sourcepada Juni mendatang. Baidu adalah salah satu raksasa teknologi China yang paling awal meluncurkan chatbot bergaya ChatGPT, Ernie.
Lantas, bagaimana dengan OpenAI, layanan pionir AI di dunia? Dewan Direksi OpenAI menolak tawaran senilai 97,4 miliar dollar AS dari Elon Musk dan konsorsium investor untuk mendapatkan kendali atas perusahaan AI tersebut.
Dewan direksi OpenAI yang dipimpin Bret Taylor menolak investasi Elon Musk dan menganggap investasi tersebut bukan untuk peningkatan OpenAI, melainkan untuk mendisrupsi perusahaan karena OpenAI adalah saingan xAI milik Elon Musk.
Hal tersebut dibalas dengan komentar pengacara Musk, bahwa OpenAI menjual sahamnya sendiri kepada investor yang sudah ada (seperti Microsoft) dengan harga jauh lebih rendah. Tentu hal ini akan membuat ketegangan di antara OpenAI dan Musk bertambah.
Dan pertarungan dua super-power AI ini tentu akan memengaruhi suhu sirkuit balapan AI secara keseluruhan!
China Vs AS dan meluruskan kembali balapan AI
Apakah benar hegemoni Amerika Serikat dalam teknologi akan berakhir di ujung sirkuit yang memanas ini? Apakah Amerika Serikat tidak lagi mendominasi jagat industri AI?
Eric Schmidt (mantan CEO Google) lantas memperingatkan negara barat untuk fokus pada AIopen-sourcedalam persaingan dengan China tersebut.
Sebagian besar AI Amerika Serikat terkemuka adalahclosed-source(kecuali Llama) dan karenanya universitas dan peneliti Barat dapat kesulitan membeli model AI eksklusif sehingga menghambat penemuan ilmiah.
Respons lain diberikan Komisi Eropa, mereka berencana membangun 4 AI Gigafactory sebagai bagian dari strateginya untuk mengejar ketertinggalannya dari Amerika Serikat dan China.
Sekalipun deru persaingan sirkuit ini terus mengepul, penulis mengajak semua pihak agar mendengar apa yang disampaikan dua saintis terkemuka AI, Andrew Barto dan Richard Sutton.
Siapa Barto dan Sutton?
Mereka berdua sangat berjasa dalam pengembangan terkini algoritmaReinforcement Learning(RL). RL tidak lain adalah salah satu algoritma inti -- disampingDeep Learning-- yang memungkinkan berbagai kemajuan terkini dari AI. Barto dan Sutton juga adalah pemenang Turing Award 2024. Keduanya sepakat mengecam risiko AI yang diluncurkan terburu-buru. Mereka menyoroti kekhawatiran tentang peluncuran model AI yang sangat dinamis tanpa pengujian memadai.
“Merilis software ke jutaan orang tanpa perlindungan bukanlahengineering practiceyang baik.Engineering practicetelah berevolusi untuk mencoba mengurangi konsekuensi negatif dari teknologi, dan saya tidak melihat hal ini dipraktikan oleh perusahaan-perusahaan yang berkembang,” katanya.
“Kecepatan pengembangan AI saat ini, di mana perusahaan berlomba-lomba meluncurkan model yang kuat tetapi rentan kesalahan. Mengumpulkan dana dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta menginvestasikan miliaran dollar untuk infrastruktur seperti pusat data untuk melatih dan menjalankan AI,” kecamnya.
Keduanya juga mengkritik perusahaan AI yang lebih mengutamakan insentif bisnis daripada kemajuan penelitian AI. OpenAI, yang sebelumnya berulang kali berjanji meningkatkan keamanan AI dan sempat memecat Altman karena dianggap terlalu fokus komersialisasi sebelum memahami dampaknya, mengumumkan rencana pada Desember 2024 lalu untuk beralih menjadi perusahaan berorientasi keuntungan.
Pendek kata, mereka melihat bahwa balapan AI yang demikian dahsyat mulai mengabaikanengineering practiceyang sangat mendasar sepertisafety, reliability, qualitydan berbagai aspek lain yang biasanya diperoleh dengan menerapkan disiplin manajemen dan tata kelolaengineeringyang baik. Balapan AI seharusnya diluruskan dan dikendalikan.
Balapan AI seharusnya dimasukkan kembali ke rel yang etis, dengan penerapan tata kelola sesuaiengineering practiceyang baik, aman, handal, berwawasan lingkungan dalam rangka menjamin keluaran dan hasil yang aman bagi manusia dan kemanusiaan, tidak hanya untuk jangka pendek, tapi juga jangka panjang!
Dengan mengikuti saran duaGodfather of Reinforcement Learningini, semoga tidak akan ada AI seperti Manus AI yang akan menggantikan dan men-deleteManusIA dan kemanusiaan! Satu pertanyaan lagi yang menelisik hati, kapan Indonesia mampu membuat Kalimusada AI atau Garuda AI, dengan basis teknologiopen-source, yang ikut menghangatkan balapan AI ke arah yang lebih baik dan benar?
Mari kita bangun sebaik-baik AI yang terkendali, yang tidak hanya memperkaya para elite, tapi jugawong alit(wong cilik)!
Sumber: